Oleh am80mkabul

Pada jaman baehula tersebutlah radio tabung yang biasa disebut radio roti, dimana empunya masih didominasi kaum berpunya. Radio tersebut bagai lambang status sosial pemiliknya, karena hanya kaum berduit dan agak berduit saja yang bisa memilikinya. Tapi itu konon. Penulis pada zamannya radio tersebut pada puncak ketenarannya masih belum terlahir. Dicetakpun belum.
Radio Roti BIN 206U yang skemanya tertayang disini menurut desas-desus diluncurkan Philips Ralin pada 1951. Mengkonsumsi listrik 35-44Watt dengan tegangan 110-127 Volt 60Hz. Bandspread 13-150m (2-20MHz). Bagi dulur-dulur yang mempunyai opini soal spec radio antik ini silahkanlah angkat jari tinggi-tinggi dan menuliskan testimoninya di sini. Tentunya ini mungkin bermanfaat bagi sidang pembaca yang lain.

BIN 206U-A1BIN 206U-A2

BIN 206U-B1BIN 206U-B2

Philips BIN 326U



18 Tanggapan ke “Philips BIN 206U & BIN 326U”


  1. 1 EKO
    28 Juli 2010 pada 13:07

    NMAS ,KALU BUAT PESAWAT MBOKYTOO SING GEDE,ALANGKAH BAIKNYA PAKAI LAMPU CURUT JA KAYAK OWAK ODIK

  2. 2 rocky
    20 Oktober 2010 pada 19:39

    mas radio2 itu drpd terlantar berkarat gitu, mendingan dikasih aja ke saya…

  3. 3 am80mkabul
    20 Oktober 2010 pada 20:39

    Dikopi paste ajalah Bang, ambil semuanya dah ya he he he he

  4. 4 nanangbondowoso
    21 Oktober 2010 pada 22:38

    WAK bul….ketoke sing gletakan iku opo 6AQ5?

  5. 6 nanangbondowoso
    22 Oktober 2010 pada 14:19

    Sampeyan lek ngomong “ngguk” kandang pitik, koyok cak Baseman…. Pabcene kancane Kartolo

  6. 30 Oktober 2010 pada 22:55

    BIN206U biasa disebut “cacah gori” memang dibuat awal 50, semua diimpor dari Belanda lalu dirakit secara lokal di Bandung.Kebetulan saya masih menyimpan satu yang orisinal dan berfungsi penuh. Lalu BIN326U kalo tdk salah umum disebut “palang” karena plastik depannya berbentuk palang. Secara kualitas suara lebih bagus yang BIN326U karena ada option tone selector.

    Untk dial lamp di semua radio BIN adalah 19V. Lalu R hijau di atas final-perata adalah R dropper untuk menurunkan 110 ke 19V dial lamp. Biasanya R tersebut saya ganti dengan C 3.25uF yg lebih dingin.

    Karena radio BIN hanya bekerja di SW kebanyakan diubah ke AM dngan cara mengganti koil oscilator dan antennenya. Cukup ngelilit sendri dari bekas IFT radio tr.

    Kalo boleh tau itu skema dapat dari mana mas? Apa nyalin sendiri dari buku babon Dokumen Service 25 Radio Indonesia yang dirilis oleh PN Ralin? Atau dari mana ya jadi penasaran, karena di terbitan PN Ralin yang BIN206U itu tidak ada gambar layout mesinnya lo.

    Salaman

    • 9 am80mkabul
      30 Oktober 2010 pada 23:47

      Wah wah terima kasih joint comment-nya Bang, ini yang sebenarnya kami rindu-rindukan, telah datang. Semoga info ini bermanfaat bagi kita semua.
      Mengenai buku yang kami kopi manual tersebut mohon maaf kami kok lupa judulnya. Pinjam kepunyaan rekan, dan hanya sempat dikopi dua dari puluhan skema yang ada. Memang betul disana digambarkan pula tampak bawah mesin radio tersebut dalam bentuk seperti di atas. Seingat saya buku itu terbitan Philips Ralin. Covernya Tebal sekali, keadaan sudah lusuh.

      • 31 Oktober 2010 pada 07:52

        Sami2 mas. Berarti betul itu ambil dari buku babon nyervis radio roti yang terbitan PN Ralin 1961.

        Radio roti ini unik mas karena tidak perlu trafo sumber daya untuk menyalakan. Kabel langsung dicolokkan ke lubang PLN 110V. Ini terjadi karena filamen tabungnya diseri berjajar membentuk satu rangkaian utuh. Masing2 tabung memiliki nilai filamen yg berbeda, jika dijejer seri maka diperoleh nilai total filamen 116.6 atau setara 117V. Jadi tinggal colok ke 110 nyala semua lampunya.

        Karna langsung colok ke PLN maka (+) msuk ke filamen dan (-) masuk ke casis radio. Jika kebalik masang polaritas steker listriknya maka (+) akan mengalir ke casing radio…akibatnya nyetrum semua bagian logam di radionya. Hati2…tapi cuman 110V thok, gak papa, rasane ndut2an kepenak. Lain cerita kalo 220V.

        Jika sampean maksa colok langsung ke 220V maka terjadi kelebihan tegangan 220-117=103V. Tiap lampu rata2 akan kelebihan voltase 105/5=20V…dan itu sudah sangat berbahaya utk keshatan lampu dan pemiliknya. Oleh karena itu radio roti rilisan Philips wajib pake trafo stepdown.

        Tapi beberapa radio roti cap Bush dan Braun sudah punya voltage selector untuk 220V sehingga aman untuk colok langsung. Tapi ati2 jangan kebalik.

        Salaman.

  7. 11 srundenggosong
    7 April 2011 pada 04:02

    wis ngene ae koh, tak ijoli gudang garam plie-ter 5 ae, chassing plastik-e owe bawa moleh,..hayo…(copy paste ae srun,…cape dech.tak mulungi gabah sik arep udan).

  8. 13 srundenggosong
    8 April 2011 pada 20:21

    mercy opo cak, sepeda motor wae,…si jago mogok.

  9. 15 Kang Paimo
    13 April 2011 pada 09:08

    Walah lha aku kok dadi kelingan jaman ngotak atik radione bapakku , Ralin , 3 gelombang . Ketoke sekemane kok mirip2 karo radione wak Kabul , nanging ono bedane sithik tabung audio nganggo UL84. Radio listrik Ralin tak rombak dadi pemancar AM tanpa trafo power suply , lha wong 110V di doubler langsung ….. yen nyoblos stekker kuwalik nggih langsung njenggirat kesetrum………

  10. 16 srundenggosong
    18 April 2011 pada 16:58

    Koh kabul ki nyemoni aku ae,…opo gak cukup tah koh 10 milyar, ini info dari koh Mutarom yang punya istana gebang. ojo rabi maneh yo koh, ngenda-an wae,..qeqeqe..

  11. 17 Dicky Surjadi Hidajat
    15 Februari 2012 pada 07:09

    Terimakasih yaa atas skema yang dipajang di situs ini , saya merasa sanagt terbantu sekali soal nya saya dapat lungsuran Radio tersebut dalam keadaan pecah pecah Kondensator nya dengan ada nya skema ini jadi lebih gampang nyari penggantinya.

    Gimana apakah punya juga skema Bin 336 U , kalau ada tolong dong diupload juga

    Best regards


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Вы в настоящее время Kaping Гости:

  • 53,303 hits

Kabul 8 7

Calon Wakil Presiden Uganda
free counters
Kabul Tembel bin PM (Parto Moeloed zonder huruf T) Osc: 2SK241, 2x 2N3904 Pre Driver: 2N2222A-2SC2053-2SC2166 RF PA: IRFP250N Modulator: OCL 150 Antena: Kabel Telpon 2x17m カブールSTYビンPM(Parto Moeloedゾンダー手紙T) OSC:2SK241、2N3904×2 プリドライバ:2N2222A-2SC2053-2SC2166 RF PA:IRFP250N 変調器:OCL150 アンテナ:ケーブル番号2x17m
Click for Jakarta Soekarno-Hatta, Indonesia Forecast

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.