Menampilkan VFO dengan kestabilan yang baik agaknya susah-susah mudah, namun dengan pedoman yang benar rasanya kestabilan yang ndak kalah dengan X’tal akan terpenuhi.
Penting kita pahami tiga hal yang dituntut dari rakitan VFO yakni:
- 1. Kestabilan saat dihidupkan dalam tempo yang lama.
- 2. Kestabilan pada setiap saat VFO dihidupkan.
- 3. Noise yang rendahahahahah.
Kestabilan tersebut akan tercapai apabila kita memberi bias yang sekecil mungkin, sekedar cukup untuk menghasilkan power yang diperlukan. Signal yang terlalu besar pada output VFO seringkali malah membuat pulling frekuensi yang dihasilkan. Tugas utama VFO hanya membangkitkan saja dan urusan membesarkan power adalah tugas daripada RF Power Amplifier.
Berikut ini Propesor Palsu Koh Kabul akan mendongeng dengan judul cara bodhon mbuat suatu hasta-karya bernama Vi-Ef-Oooo.
Pertama penghubung antara Varco dan lilitan mbok yao diusahakan jangan memakai kabel serabut. Lebih disarankan mbok menggunakan kabel inti tunggal (Solid) yang kaku sependek-pendeknya. Ini katanya berguna untuk mencegah gangguan stray-inductance (ini Boso Londo Ustrali) yang tidak diperhitungkan. kelihatannya penting juga memberi jarak yang cukup antar masing-masing komponen.
Stray-capacitance alias kapasitansi yang bukan-bukan, yang timbul dari konduktor yang terlalu berhimpitan dengan muatan berbeda sebaiknya dihindari dengan tidak memakai PCB jenis Double-Sided. Area pembangkit (garis putus-putus warna merah) seyogyanya di-shielding (Boso Londo Ustrali lagi..) dengan PCB polos atau material metal misalnya guntingan dari kaleng bekas. Ini katanya orang-orang Londo sana (Koh Kabul termasuk kategori Londo Klaper) untuk mencegah timbulnya gangguan dari perubahan suhu maupun RF di lingkungan sekitar VFO. Capacitor yang dipergunakan mbok yao diusahakan dari jenis polystyrene (kertas/pader) atau kalau susah carinya, ya mbok yao nggunakan jenis NPO dengan ciri terdapat cat hitam pada body atas capacitor tersebut.
Pemanasan yang timbul akibat frekuensi tinggi yang melewati Varco katane wong-wong Londo sana, bisa mempengaruhi kapasitansi Varco tersebut, sehingga berakibat berubahnya frekuensi kerja kita, ditekan dengan permainan C paralel pada daerah tersebut. Sekali lagi mbok yao dipilih C yang dari jenis polystyrene, silver mica atau NPO biasa atau gabungan ketiga-tiganya. Penggabungan tiga jenis C dengan sifat yang berbeda tersebut katane Cik Rukayah (Cik Rukayah ini Londo Waru Abang), akan diperoleh keuntungan satu kekurangan akan dihapus oleh kelebihan yang lain.
Pemanasan akibat RF akan merata pada masing-masing kapasitor yang diparalel. Cik Rukayah Liliev menganjurkan pakai Varco dielektrik udara, dibanding Varco dielektrik mika atau plastik.
Masyarakat 4 MHz banyak yang berpendapat Varco besi adalah pilihan yang terbaik, dengan nilai antara 100-200 pf (lantaran terpaksa, Koh Kabul pakai Varco plastik copotan dari Radio kempitan amoh). Tegangan catu pada VFO mbok yao diregulasi dan di-filter dengan baik, dengan penambahan feedthrough untuk mem-by pass RF yang tidak dikehendaki. Pada SK241 mbok yao diberi 5V saja (7805/78L05), asal FET sudah mau bekerja membangkitkan RF. Buffer (2N2222 atau 2N3904) bolehlah diberi 6-9V.
Dalam pengujian sebuah VFO yang sudah kita buat, kelihatannya lebih beruntung apabila kita mempunyai X’tal Oscillator 4MHz yang akan kita fungsikan sebagai Marker. Ini contoh ampuh wurukane Mas Geol yang lumayan hasilnya. Gini. Tepatkan tunning Radio kempitan pada frekuensi X’tal oscillator, kemudian Zero beatkan VFO. Jika dalam waktu kurang dari 0,5 menit tone di radio berubah dengan cepat, mungkin VFO kita perlu di revisi. Jika dalam 5 menit nada yang terdengar di radio sedikit berubah, rasanya VFO sudah boleh diberi rangkaian penguat berikutnya. Namun jika kurang puas, bolehlah di tonyak-tonyok solder sampai didapat perubahan nada yang selambat mungkin.
Selanjutnya kita coba putus-hubungkan tegangan VFO berulang-ulang dan amati nada di setiap kali putus hubung catu tersebut, apabila nada yang terdengar masih tetap sama, kayaknya VFO sudah layak di sogok ke RF linear amplifier. Jika selalu berubah saat diputus-hubung tegangannya, mungkin perlu diadakan pengecekan ulang rangkaian.
Sudah jamak di masyarakat AM80m, siaran sambil menyanding solder en GONDORUKEM. Ini karena di sana banyak dituntut kreatifitas untuk menyempurnakan brik-brikannya.
















Wak Bul…mbok yao…aku diwenehi gondorukeme, mosok diemut dhewe….
HikHikHikMasNanangIsokIsokAe
Mang Kabuuulllllllll
Luar bisa, kasih juga dong, yang diemut, jangan dihabisin sendiri saja. Kok lama ngak terdengar dirimu siaran, lagi cuti siaran atau bojone cuti hamilll.
Ditunggu di frekwency kesukaan saya 4.070,0 Khz
By Odik (Radio Rongsokan Oscar Delta Kota Teghal)
Nah ini dia! Bang Odik sudah muncul. Cepetan mbegagah Bang! Gua zero beat dulu!
Sodikin!!!! sepertinya namanya pernah ku kenal sewaktu masih lokalan jakarta barat wilayah pesing, kalau memang benar tolong mampir di blog aku plus no hpmu biar kita bisa rojer2an di hp gak di 80 mtr lagi oke deh.
Klik sini Bang, okey…
Emang bener bang agus yg, jl. dr susilo, masih disitu atau udah digusur?
kemana saja 25 tahun ngak pernah ketemu, syukurlah masih sehat,
sekarang kutinggalkan jakarta karena jakarta jalannya sering macet, klu siang panas, klu malam banyak nyamuk, cewek jakarta ngak ada yg mau sama aku, terus apa lagi yach, di jakarta kavlingnya udah dijual, dan di jakarta berangkat gelap pulang gelap juga….
marpir ke blog saya http://www.hobby-breaker.blogspot.com kuceriterakan perjalanan hidup ngebreak saya.
Nanti klu udah diedit mau dimasukan ke jenis roman picisan supaya bukunya laku dijual, lumayan buat beli lampu/tube 813 .
Weleh…wak Kabul suka ngemut gondorukem yaa… pantesaaannnn
Wah ini skema VFO bisa dicoba nih
Nyuwun pandongane wak Kabul biar bisa mancar AM lagi
Hehe, ada saja bang sodik bukan kamu dulu dekat dengan riri … trus gimana tuh kabarnya juga dah pada lupa padahal masih lokal kita anjas mas nya riri dah gak pernah mampir lagi ke tempatku? apa masih di jelambar ya ???? dan di susilo masih tempat orangtuaku, aku sering ke situ aku tinggal di tanjung gedong seberang susilo.
Mas Kabul
kalau kita dah bikin bagian oscilator,terus biar kita tahu oscilator kita dah bagus atau belum gimana caranya……?yang mantep gitu louh……
Biar bisa kayak wak kabul…..
Mas Udin yth, kalau hanya osilatornya saja saya kira dengan test sederhana seperti yang ditulis di atas sudah cukup. Tapi lebih mantabnya Mas Udin bikin TX sampai bisa dipergunakan komunikasi, nah dari komunikasi tersebut kita bisa koreksi osilator kita dengan bantuan report dari rekan-rekan, lebih mantab lagi kita minta report ke rekan yang bekerja pada mode LSB, dikarenakan receiver pada TRX all band lebih teliti dan sensitif dalam mencium pergeseran osilator kita.
Demikian, mungkin jika ada kurang mantabnya dalam kami menjawab mohon beribu-ribu maaf dikarenakan SDM kami yang amat sangat terbatas. Terima kasih.
mantaf ya om kabul,,, saya koq buat Oscilator koq gk bisa mantaf ya??? apa lantaran jam terbang saya dalam merakit pemancar kurang banyak???? untuk itu sekiranya om kabul mau membimbing saya.. mohon bimbingannya ya om???
Luar Biasa…Biasa di Luar….
Salam kenal Pak Kabul, setelah tahu blog ini saya jadi tertarik lagi nih ngogrok ogrok Solder bikin pemancar AM80Meter buat “Ngoceh” sama temen temen se Nusantara…
Pangestunipun nggih Pak…
Memedi
Estunipun menika ingkang mengestoni inggih menika sedaya kaluarga agung AM 80 meter sak Nuswantara.. drug dhug dhug. Bilih menawi ingkang minulya rama yai Memedi sampun lilih anggenipun tapa nyolder pemancar AM 80 meter, bingah manah sedaya kaluarga, ing pengajat mugi kridhanipun panjenengan saget dados manfaat mring sasami, ingkang nresnani radio brik AM 80meter sedayanipun.
Hik hik kawula dados mbrebes…
Pak Kabul yang baik dan budiman serta tidak sombong,
1. Koq diatas ada Frek. Counternya…bisa diberi pencerahan bagaimana buatnya?
2. Saya tinggal di perumahan dengan type RSSSSS (Rumah Sangat Sederhana Sempit Sumpek Suesek Sekali), Bagaimana mensiasati agar mancar di AM80meter tetap OK “mak Nyosss”
Terimakasih
Memedi
Betul sekali, pak Kabul baik budi tidak shombonk tur gemar menabung ha ha ha ha
1. Konter tersebut adalah konter FM yang belinya pada waktu itu masih 37 ribu dollar Blitar, yang setelah di sulut di osc 80 meter alhasil bisa jalan seadanya namun dengan beberapa perubahan, arahan Bp. Ali Pondok Gede.
2. Untuk lokasi yang Anda sebutkan pilihan terindah rasa-rasanya adalah gencar melakukan lobby-lobby dengan tetangga agar berkenan dititipi/ditumpangi bambu buat mbentang Dipole. Syukur-syukur jika tanpa kompensasi apapun hahahaha. Pak Kabul pun melakukan hal yang sama, sehingga ujung antena yang sebalah nitip pada pohon mahoni tetangga.
Mudah-mudahan Bp. Memedi berkenan dengan jawaban di atas, dan apabila belum, bolehlah komen lagi, kami tunggu. Terima kasih.
Salaman.
Kok kagak komen lagi nih jangan-jangan kagak berkenan nih.. bapak memedi.
Wak Kabul
untuk counter fm nya tadi biar bisa dipakai pada 80 m band, Apanya yang dirobah….?
Kita dikasih tau……
Eh! Ketemu lagi! Untuk jawabannya kami sudah tulis super-khusus buat Anda pada Post FM Frequency Counter 88-108 MHz pada Homepage. Terima kasih dan selamet mencoba.
nuwun sewu makde kabul saya mau tanya untuk rangkaian osilator di atas rfc yg 330 itu apa nglilit sendiri?kalau nglilit berapa jumlahnya terus berapa ukuran kawatnya mohon penjelasan sebelumnya saya ucapkan banyak trimakasih
Miniatur RFC atau biasa disebut RFC pentol, banyak dijumpai di mainboard TV, VCD atau perangkat elektronic lain. Kalau susah mendapatkan karena mungkin ndak paham baca kode warnanya, dibikin sendiri saja dengan jalan cari MF (IF transformer) yang bekas. Buka gulungan Primer & Sekunder, digulung ulang sebanyak 30 lilit memakai kawatnya tadi. Estimasi harga lilitan kurang lebih 680 mikro henry, ndak apa-apa dipakai sebagai RFC pada source FET 2SK241.
Bisa juga membongkar RFC 2,5mH 100mA. Lilitannya dikurangi s/d kurang lebih 1/5 nya. Harga akhir RFC tersebut kira kira tinggal 500 mikro Henry. Tinggal suka pakai cara yang mana, terserah Anda. Matur nembah nuwun kawigatosanipun.
Nambah lagi nih wak kabul…….
untuk output yang pakai impedansi rendah 50 ohm,gimana rangkaian yang finalnya ya……
saya dah coba beberapa alternatif outputnya gak maksimal…
bantuin kita ya wak kabul…..
kabul kajate
Jokondokondo
nah cocok soal rfc yg 330 wis dikandani he he he wis ra sido tanyalah^^makasih om
wak sebetule osilator di atas bekerja di frekuensi berapa tah menurut pengalamn wak kabol?kok zerobeatku sempit bgt je wak,ga iso ngejagkau frek sing podo QSO
Frekuensi sempit, itu sebenarnya yang kita kejar karena dengan semangkin sempitnya f out VFO, semangkin tahan terhadap pergeseran frekuensi (pulling). Jadi jika kita putar varco zero-beat, seakan frekuensi kita diradio kempitan hanya bergeser mung sak nilll.., dan jika ingin bergeser lebih jauh kita lakukan dengan memutar ferit spoel-oscillator VFO.
VFO ini normalnya bekerja di 4,1-4,3MHz. Jika f-out VFO sampeyan masih terlalu jauh dari 4,1MHz, mungkin perlu dicoba kutak-katik lilitan VFO. Jumlah lilitan, diameter kawat dan koker ndak harus seharga yang tercantum. Sampeyan mungkin punya temuan sendiri untuk mendapatkan f-out di 4,1MHz.
siap wak kabul matur nuwun.^^yen ngene kan ayem jadinya
malam bos kabul, salam kenal dengan kami ( agus ) dari jepara , salam sejahtera semoga dalam lindungan Allah SAW dan selalu di beri kesehatan sekeluarga ………. amin, kami pecinta 80 meter band ……. setiap siang sore dan malam kami selalu mendengarkan suara bos kabul …… kami mohon dengan hormat apabila berkenan ……. minta skema 80 meter band nya yang seperti anda pakai, soalnya sy dengerin di kota jepara besar banget, oh ya sekalian skema antenya ya bos makasih sebelumnya ( salam sejahtera sekeluarga dari Jepara kota Ukir ) tolong kirim skema ke alamat Imail sy : agus_anto67@yahoo.com ………. MATERNUWON
Halah wong yang kami pakai itu ya yang tertayang di blog ini. Setahun yang lalu kami misik nggunakan pre-driver dengan RFC 100,200,300mA dengan kopling C. Sekarang kami nggunakan yang terbitan ARRL dengan driver 2166 dan toroid hidung babi sebagei Link-couplingnya. Final tetap pakai IRFP250 karena ndak punya type yang lainnya. Banyak pilihan Mosfet buat Final single-ended, ndak harus pakai 250, 2698, tapi type yang lain copotan dari monitor komputer CRT masih banyak. Seperti misal Mas Sigit Pati Jateng yang pakai sak nemune, nemu type K2746 ya pakai itu, nemu IRFP260 ya pakai itu. Mas Bonex Sibon pakai IRF640..
Ini apa Mas Teguh? Terima kasih.
Mas Udin opo Mas Teguh??
bang odik yg dari seputar pelabuhan merak itu saya gareng bukan baron maklum pemancar baru jadi masih belum sempurna jadi bang odiknya agak sulit monitor saya dan salam kenal sebelumnya dan trimakasih respon dan repotnya mlam itu sampe jam 2 mlam lewat
mbah kabul yang sangat terhormat aku mau tanya bagai mana cara membaca kode warna pada RFC pentol trima kuasih buanget nget nget
Sepengetahuan kami cara membacanya kurang lebih seperti membaca gelang warna Resistor, jika bentuknya seperti resistor. Jelasnya mohon klik sini.
Jika bentuknya pentol kurang lebih caranya sama. Terima kasih, jika ada rekan lain yang berkenan menyempurnakan jawaban kita persilahkan.
wak kabul k192 kulo ganti ngangge sk19 saget nopo mboten, sampun matur nuwun,,,,…
Lha nggih saget suanget, lintunipun MPF102, 2SK241
- Mbah kabul aku punya RFC Pentol ada angka 330J, bentuknya seperti kapasitor tantalun, warnanya biru telur asin. pada papan PCB lambangnya memang lilitan. Apakah itu benar RFC pentol ? Apakah nilainya 330 uH seperti yang ada di skema VFO mbah kabul ?
- Saya juga sudah dapat RFC pentol yang bentuknya seperti Resistor dengan nilai 350 (orange Hijau Coklat) apakah dapat digunakan pada skema VFO punya mbah kabul.
- Terima Kasih Mbah Kabul yang terhormat
-Betul,anda sungguh beruntung sekali!
-Bisa, jangan kawatir.
-Terima kasih.
Mbah Kabul bul bul kalo kapasitor 100, 47 dan 820 gak pake NPO atau Kertas gimana Mbah ? pengaruhnya besar ga dengan kualitas VFO nya ?
Mbok saya mintak kapasitor kertasnya, buat ngganti NPO saya, biar VFO saya tambah stuabil bil bil bil.. heh heh heh..
Justru saya kesulitan carinya mbah. Kalau diganti kapasitor lain gimana mbah ? selain NPO dan kerta sebaiknya pakai kapasitor jenis apa mbah ? seberapa besar perbedaan kualitasnya kalau kita pakai kapasitor biasa ?
Sebenarnya yang wajib diberi Polystyrene/Kertes/Padder atau NPO cumak 2-3 biji saja. Tapi kalau terpaksa pakai keramik biasa, kitapun harus siap mengalami frekuensi bergeser merambat naik atau turun saat kita transmit. Alhasil kitapun akan menuai komplin dari 4 penjuru mata angin..
Sebenarnya bisa saja dibuat penekanan agar frekuensi kerja tidak dolan kemana-mana, misal dengan memperkecil harga Varco, dengan cara menambahkan 1,2 atau 3 buah C dengan di-seri-paralel (semakin kecil harga akhir varco biasanya band-spread kita juga semakin terbatas atau tampak hanya bergeser sak nil saja saat kita memutar VC Zero-beat. Tapi ini biasanya lebih stabil). Regulasi catu tegangan pada Drain FET yang terjamin baik, misal dengan memasang IC Regulator bertingkat. Jika suplai anda 13,8 volt, kasik 7812-7808-7805 (misalnya). Mungkin trik-trik lain bisa dicoba-coba karena sebenarnya trik tersebut hanya dua dari puluhan trik yang umum dipakai rekan-rekan di 80 meter.
Terima kasih, selamat berkarya, tetap semangat! Merdeka 73!
kalau ambil dari copotan radio kempitan ,kondensator kertas 1,5 nano, apa bisa dipakai sebagai pengganti sondensator 820 pf ya pak dhe kabul????????wkwkwkwkwkwkww
Kenapa tidak? Matematika sederhana: 2 buah C 1500nF kalau diseri kan ketemu 750pF? Masih boleh. Harga C yang diminta disitu adalah kisaran 510 s/d 1000pF.
ralat ,itu nama adik saya , nggak pakai email saya,
Ralat juga, yang dimaksud bukan 1500nF tapi yang benar 1500pF. Kalau di-serie 2 biji kira-kira ketemu harga 750pF.
Koh bisa jebol dioda 4148 nya yaa mas,lalu ganti dioda yg baru belum juga keluar signalnya mohon pejelasan pak Kobul ini pengaruh apa ya bisa demikian Terima kasih….
Saya sendiri pernah mengalami begitu, ketemunya di L, ogah pakai yang 5mm mintanya 8mm. Trus FET yang tampaknya sehat ternyata minta yang baru. Susah-susah mudah ya.
Kok sibuk ya mas ,saya nunggu jawaban atau penjelasan dari mas atas pertanyaan saya yg lalu mudahan saja mas ada kesempatan.
Dan perlu diketahui bahwa saya sudah membuat lagi rangkaian osilator tapi tdk ada signal output.
Mohon petuunjuk dan arahan dari mas atas segala bantuannya saya aturkan terima kasih.
Syamsuddin Makassar.
Pada VFO saya yang sering jadi biangnya enggak keluar signal kebetulan pada lilitan VFO. Jika pakai koker Ø8mm mintanya pakai kawat bekas kawat dinamo tape ( Ø ±0,1mm). Jika pakai koker Ø5mm mintanya pakai kawat Ø 0,08mm (kawat OT240). Atau putus FETnya. Barangkali ini bisa buat masukan saran. Terima kasih dan maaf jawabannya terlambat.
Mbah kalau pake transistor 2sk192A bisa ndak
Bisa banget Mbah. Pakai 2SK192, 2SK241, 2SK19, MPF102 semua boleh dipakai. Di toko harga 2SK241 cenderung lebih murah daripada 2SK192 meski dipakai hasilnya sama. Pilih mana?
mohon ijin tak nimbrung pisan ben rame….
(hehehe, mbuh sing k241 piroan) soale yg K241 enthek.. oponaneh pas tuku wes kakean takon.
betul Dhe Kabul kalo K192a mahalan dikit, Semalem sy belanja buat vfo.. dapet harga 3 ribu
owh iyo Dhe Kabul, toroid idung babi di Sidoarjo-Porong rupanya [beberapa] toko elektronik masih punya stock bertoples-toples.. semalem blanja ngambil 2 genggam buat stok. enak wes ga isin2 mbrodoli “anten TVRI” dirosokan.
dan kepada para mbaurekso AM, kami mohon doa restu dan bimbingannya semoga sukses dalam mbangun brik2an ini (setelah berbulan-bulan ngintai blog2 sesepuh, ngupingi thok/HoMo/hobi monitor thok dan setelah istikhoroh bermalam-malam). Demikiyan.
Bung Andelumut betul. Kalau kita beli transistor, minta 2053 pasti dikasih mahal, minta 2538 dikasih murah, hasilnya sama. Bilang SK192 dikasih harga 3ribu. Bilang SK241 dikasih harga 1750. Hasil juga sama. Ha ha ha.
Boleh boleh boleh…
salam kenal om..? diam2 saya nyampek juga di embah am 80m..VFOnya mantep,saya baru aja ngerakitnya pakai layout d atas kepunyaan embah..saya senag dan gembira 1 tahap udah berhasil.{maklum masih pemula}Sebelum saya melangkah ketingkat selanjutnya..saya minta bimbingan Embah,kira2 driver dan final model apa yg kuat{watt Gede}Saya tinggal di ufuk barat B.aceh.kalau power saya kecil ngak bakalan nemu Embah via RF dgn hati yg tulus saya minta skemanya via @Mail..moga2 Embah dan keluarga besar 80meteran tetap jaya.kecuali ssaya selalu gagal dan gagal lagi…salam73
Salam kenal kembali dan terima kasih atas kesediaannya meluangkan energi untuk berkunjung ke blog kami yang seadanya ini, terima kasih pula bahwa sampeyan sudah melakukan niat yang sungguh mulia membangun dan berkarya di belantara 80meter bergabung dengan dulur-dulur setanah air. Niat mulia sampeyan sudah tentu harus kami dukung dan tentu pula dengan segala keterbatasan kami akan coba memberikan semua apa yang kami telah peroleh juga dari dulur-dulur yang lain.
Untuk sementara sampeyan bisa mencoba skema-skema yang sudah kami tawarkan di blog ini, dan alangkah lebih baiknya sampeyan lengkapi dengan berkunjung ke link-link kami atau ke blog-blog yang lain guna menggali referensinya. Selamat berkaya semoga sukses, salam untuk keluarga di Banda Aceh. Piss Pisss Pissss…
Energi saya sebenarnya sudah patah berkeping2 sejak mendengarkan..” konon kata orang2,ngebrik di SW udah kuno,kagak jamannya lagi~”sempat singgah kata2 mulia itu dikupingku,semenjak itupula poros depanku rapuh tak bedaya.Hampir tiap malam saya monitor direchiver butut pusaka engkongku,tak ada nada cuiiiiit pertanda 80m tinggal kenangan,hanya tinggal suara dan nyanyian cina belaka…Dukungan Embah sangatlah berNilai bagiku,..Salam sejahtera
Mau tanya Mbah, Oscilator sudah nembak tetapi untuk frek 4,1 pada posisi Varco hampir tertutup, bagaimana caranya ya mbah supaya posisi Varco setengah membuka. Sudah saya coba pakai frek Counter teman stabil mbah.
Kalau sampeyan setuju, coba sampeyan main-mainkan harga C pada Varconya atau dengan kata lain merubah nilai kapasitansi varco dengan jalan menseri atau memparalel atau menseri-paralel dengan kapasitor senilai sekian puluh pF atau sekian ratus pF. Mungkin resonansinya masih kurang pas sedikit. Sampeyan boleh juga merubah jumlah lilitan, merubah diameter koker, diameter kawat. Apapun caranya tidak ada yang salah menurut kami asal didapatkan hasil akhir VFO yang istimewa, seistimewa sampeyan semua pengunjung Radio Gembok Ireng ha ha ha ha ha.
Salam.
Maksudnya yang 100 pf nya kita rubah2 mbah ? Apakah harus pakai NPO juga ? Oh ya mbah pada frek counter yang muncul frekuensi nya 2,…. apa betul mbah, kalo kita main di frek 4,… itu yang kita gunakan frek harmoniknya dar 2,… MHerz (frek asli) ? Trims Mbah dan Jangan Bosan2 menjawab pertanyaan dari sang Pemula ini.
Lebih baiknya pakai NPO, sukur-sukur kalau dapat type kertas atau padder atau polystyrene.
Yang benar ya harus 4,.. dong. Kalau masih 2,.. ngalamat belum resonan L-C disekitar VC. Terima kasih.
Ass. Wak Kabul Sy Mau Nanya Sy kan Ngerakit Oscilator seperti Gbr di atas Sudah Siap dan Sy Uji Coba di Monitor Di Radio SW1 Frekwensi Sinyal Induknya Kok ada dua di Pinggir Kiri Sm Pinggir Kanan ( di 3,7Mhz dan di 3,9.XXX Mhz ) Semua besarnya Signal Sama, Padahal Untuk Nilai Komponen Sm Seperti Gbr Skema Wak Kabul, Lha Kira2 Kesalahannya dimana? Tolong Jangan Bosan2 Menjawabnya Maklum Masih Pemula la la..
“Maturnuwun”
Kaki Varco yang dipakai cukup tengah-pinggir, jadi kaki yang satu dikosongkan (jika pakai VC kaki 3). Barangkali harga C dari VC VFO sampeyan terlalu besar, atau sudahkah dicoba dengan VC yang lain?
Ohya ada yang ketinggalan sama lilitan yang 330 UH itu Diameter Emailnya berapa?
RFC 330uH yang dimaksud adalah “miniature RFC” atau ada yang menyebut “RFC pentol”. Banyak terdapat di mainboard VCD, motherboard, dll. Bentuknya ada yang mirip resistor, ada yang bulat mirip kapasitor tantalum, dengan kode-kode warna gelang atau titik-titik warna. Silahkan mengubek disana.
Pak Dhe cari radio penerima untuk gelombang SW dimana? padahal pemancar udah siap tapi kesulitan cari radio penerima, maturnuwun infone, nurz Jepara
Waktu sekarang memang mencari radio SW kondisi baru di toko agak susah, pilihannya mencoba mencari di pasar loak. Bisa sih merakit sendiri, tapi apakah sampeyan siap untuk itu, semua terserah sampeyan. Terima kasih mampirnya, semoga beruntung mendapatkan radio SW.
waduh pak dhe kalau merakit radio ya marake judheg, sekedar info pada tahun 80 an lebih-lebih dikit sebetulnya diriku dah sering melalnglang buana di 80 meter band dg panggilan YD2BWO, tpi seiring dg tuntutan perut terpaksa hoby yg menyenangkan ini kutinggalkan, lha sekarang kok jadi kangen lagi, oh iya mohon info sekalian dimana cari tabung semisal 6V6, 6L6, 807 dsb, sementara ini pemancar yang saya siapkan dari transistor, suwun
Pak Nur yth, saya bingung menjawab pertanyaan sampeyan, dikarenakan saya belum pernah bemain tabung. Untuk lebih jelasnya, saya sarankan sampeyan bergabung saja di FB:
Komunitas Pecinta Radio Bodol 80M.
80M Band Homebrew Lampung.
80M Band Community.
FB iku panganan opo maneh pak dhe? hari ini tadi jumat 16 naret 2012 mubeng n pasar golek radio sing ono gelombange SW ngasi kudu “pecas dahe” ora nemoni babar pisan
alhamdulillah ahirnya diriku telah mendapatkan radio national type R-4270Y, pak dhe kalau diriku mesen komponen lewat pak dhe kira-kira mo nolongin kagak karena di jepara udah mustahil dapat komponen untuk ngebangun pemancar he3, mksh
Ini utk tank coil osc antara skema sama layout PCB yg benar gmn Om kok beda ?
Mungkin maksud sampeyan C paralel 2x100pF, di skema dengan di gb lay out PCB posisinya tidak sama, itu menurut saya tidak jadi masalah serius. Sirkuit tetap dapat bekerja dengan normal. Perbedaannya hanya pada bandspread saat variable condensator diputar, pergeseran frekuensinya landai ataukah tajam. Nilai total antara Vc, C seri 470pF dan C parallel 100pF itulah yang berperan. Posisi C 100pf boleh Vc-Ground atau L-Ground. Sampeyan silahkan mencoba-coba sendiri dengan menaikkan atau menurunkan nilai total 3 kapasitor tersebut. Pada PCB sudah disediakan lubang extra jika ingin ditambahkan C nya. Soal harga akhir C di area tersebut tergantung pada selera sampeyan, suka yang sempit ataukah yang lebar. Terima kasih.