Konstruksi pembalik fasa (balun input) pada sirkuit Push-pull (YC2CGA) adalah kira-kira demikiyan.

Material yang dipakai Balun TV hidung babi satu biji, digulung 8 lilit dengan kawat 0,3mm sebagai lilitan Primer. Untuk Sekundernya dililit bifilar (2 buah kawat dililit bersamaan) 4 lilit dengan kawat 0,5mm sehingga secara keseluruhan Balun Transformer ini disebut KOH KABUL sebagai Balun rasio 2:1 (mbuh bener mbuh ora, bah bah). Bagian sekundernya menyogok Gate Final dengan bias yang di injeksi lewat tap sekunder.

Lha kalau yang tubing pada finalnya, feritnya bekas kabel monitor komputer yang menuju VGA, perlu 2 biji, terus digandeng jadi 1. Bagian lubang yang dalam diberi plat kuningan/tembaga (latun) yang dibentuk seperti pipa dengan diameter sama dengan diameter lubang ferit, terus dimasukan ke ferit yang sudah digandeng jadi 1. ujung pipa yang dari dalam ferit disolder dengan PCB yang dibentuk seperti gambar yang paling bawah…..
NB. Plat kuningan (latun) belinya di toko onderdil sepeda motor, biasanya ukuran 10x10cm harganya Rp.3500

 


48 Responses to “Push-Pull (MOSFET)”


  1. 1 nanangbondowoso
    25 September 2010 pukul 08:37

    Lha kalau yang tubing pada finalnya, feritnya bekas kabel monitor komputer yang menuju VGA, perlu 2 biji, terus digandeng jadi 1. Bagian lubang yang dalam diberi plat kuningan/tembaga (latun) yang dibentuk seperti pipa dengan diameter sama dengan diameter lubang ferit, terus dimasukan ke ferit yang sudah digandeng jadi 1. ujung pipa yang dari dalam ferit disolder dengan PCB yang dibentuk seperti gambar yang paling bawah…..
    NB. Plat kuningan (latun) belinya di toko onderdil sepeda motor, biasanya ukuran 10x10cm harganya Rp.3500

    • 25 September 2010 pukul 11:43

      Sip Mbah. Kami biasanya mulung anten odotan (Rod Ant.) bekas radio-radio kempitan, dipilih yang diameternya pas dengan lobang tubing. Dipotong sama dengan kepanjangan tubing terus di amplas atau dikikir ujung potongan pipa tersebut agar lapisan kromnya nglontok sehingga nongol kuningannya biar mudah disolder pada ujungnya. Tnx 73

  2. 3 hem
    25 September 2010 pukul 09:29

    wak kabul, irek saya (2 x IRFP250) kok tiba2 suaranya serak kayak kathok suwek ya??? sdh dicoba ubah setting biasnya ndah berubah.. pancet serak. apa ireknya ada yg sdh mati ya? ngetesnya gimana ya, msh bagus apa sdh ketam???

    • 25 September 2010 pukul 11:55

      (Kabul kukur-kukur rambut dulu) Wak Hemmy, wak Kabul belum pernah mengalami serak pada modulasi karena belum pernah dolanan bebek. Jadi mungkin Embah-embah brik-brikan yang lain bisa memberikan pencerahan untuk itu.
      Mengenai IRF matek, patokan bodhon kami pokok penampilan sudah berubah tanpa di-check (soalnya ngechecknya juga ndak ngerti)langsung diganti baru. Demikian solusi gombal dari wak Kabul. Terima kasih.

  3. 5 Syafruddin
    2 Desember 2010 pukul 08:07

    Eak kabul
    untuk output yang 50 ohm gimana caranya ya,biar output yang keluar bisa maksimal
    Tararengkiu Terimakasih Manursuwon……..

    • 2 Desember 2010 pukul 17:24

      Wah ini masalahnya sama. Kami juga masih mau berencana ekspansi ke 50 ohm, sudah bosan pakai kabel telepon, sebab jadi gunjingan tetangga kiri kanan, anten kok pakai kabel tilpun, emang kagak ada yang lain apa? Dasar kere!
      Sudahkah dicoba dengan Pi-section C-L-C? Atau Link Coupling? Kalau pakarnya 50 ohm ini kayaknya Mas Nanang nich..

  4. 7 Syafruddin
    2 Desember 2010 pukul 19:42

    Ya mas nanang gimana caranya…..kia orang kasih tau ya mas Nanang……

    • 8 nanangbondowoso
      4 Desember 2010 pukul 11:36

      Kalau saya , wis pokoke SWRe tidak sampai ke skala merah, masih bisa dipakai ngebrik.
      Lha matching antena ini banyak mengandung seni,….. biasanya sudah dihitung diatas kertas, sudah ketemu panjang masing-masing elemen, begitu dinaikkan….jauh dari harapan. Banyak faktor yang mempengaruhi…….salah satu contoh cagak antena ( dari pipa besi apa bambu ?)untuk yang ke feetpoint….dll (next, to be continue)

      • 4 Desember 2010 pukul 18:45

        Perkara nyuning bokong menarik nich! Rekan-rekan yang lain monggo silahkan ikut ngrembug.
        Yang jadi pertanyaan saya idealnya untuk nyuning bokong pakai link-coupling atau pi-section atau yang lain?. Kalau link-coupling kira-kira detailnya gimana, pi section gimana, mohon petunjuk. Terima kasih.

  5. 10 i_panz
    4 Desember 2010 pukul 13:10

    mbah kabul ferit bulat tabung belinya dimana.
    PM Ya

    • 4 Desember 2010 pukul 18:37

      Ferit tubing ndak usah beli, copot saja dari kabel monitor CRT punya komputer, yang menthol pada ujung kabel isinya ferit tubing sebiji. Cari hingga genap 2 baru bisa dipakai sebagai transformer.
      Jika beli, di pasar genteng Surabaya banyak, murah lagi! Buruan beli, mumpung ada diskon akhir tahun Bro! Ha ha ha.

  6. 13 Desember 2010 pukul 11:10

    Sik wak Bul…. tak carinya primbon saya dulu ya…tentang phi section, CLC, LCC. Sejak th 1987 tidak pernah dibuka lagi…mudah-mudahan ketemu.

    • 13 Desember 2010 pukul 17:42

      Oklek Boss..

  7. 14 catur
    12 Januari 2011 pukul 19:56

    wak kabol saya mewakili rekan saya nih yg mau tanya:kalu postingan di atas kan pushpull,nah kalu bikin combiner 4 fet apakah juga menggunakan trafomodulasi , choke,dan varco tuning?terimakasih mugi mugi purun jawab

    • 13 Januari 2011 pukul 17:44

      Jujur, sak jujur-jujure wong kang jujur luwih enak jujur kacang ijo. Jujur saja kami sekeluarga belum pernah mengkombain puspul.
      Tapi rasanya varko cuning, trapo modulasi, choke,kok masih dipakai ya, kalo bikin AM konvensional. Mudah-mudahan teori kami salah. Terima kasih.

      • 16 CATUR
        16 Januari 2011 pukul 21:25

        MATUR NUWUN

  8. 17 catur
    9 Februari 2011 pukul 00:20

    wak kabul mau bikin suplay diatas 50 v,dg 2 buah trafo ct 32 v gimana pak?jelasin ya pak soale mau nggulung juga ga kober biayane

    • 18 nanangbondowoso
      12 Februari 2011 pukul 15:17

      Kalau sudah ada travo ct 32v, saya kira kalau tegangan 50v cukup 1 travo saja (yang 1 lagi bisa dikirim ke admin sebagai barang inventaris….ha..ha…)
      CTnya tidak perlu dipakai, 32v dengan 32v = 64 v. Sistem penyearahan menggunakan kuprok….beres kan….

      • 19 catur
        13 Februari 2011 pukul 19:12

        om nanang, betul bgt terimakasih*<

  9. 20 nanangbondowoso
    18 Februari 2011 pukul 16:55

    Saya cari primbonnya gak ketemu wak Bul…paling katut ditimbangne…..
    Intinya kira-kira begini Phisection hanya cocok untuk rangkaian menggunakan tabung karena impedansi out tabung (Z out) lebih tinggi dari transistor.
    Sedang untuk LPF yang lain (LCC, CLC, LC) cocok untuk transistor.
    Rumus hitungan matchingnya masih dicari…. to be continue

    • 19 Februari 2011 pukul 17:45

      Bunga Selasih tak pernah layu, terima kasih tengkyu..

  10. 22 luffy
    18 Februari 2011 pukul 20:36

    mas kabul… saya mau tanya sedikit. choke yg setelah trafo ot lilitan nya berapa ya..
    pake ferit model apa…? yg ferit batang atau toroid berupa cincin.? guantiiii…..

    • 19 Februari 2011 pukul 17:42

      Bebas saja kok, pakai bentuk batang boleh, bentuk pipih (biasa terdapat pada radio saku AM-FM) boleh, bentuk cincin apalagi, boleh sekali. Jumlah lilitan biasanya minimal 60 lilit. Ini perlu penyesuaian dengan keadaan transmisi kita jadi silahkanlah dicoba-coba dengan bentuk-bentuk lilitan yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan linieritas modulasi penggonta-ganian diameter dan jumlah lilitan pada choke kadang-kadang membawa pengaruh juga meskipun itu tidak selalu begitu.
      Bunga selasih tak pernah layu, terima kasih thank U!

  11. 24 nanangbondowoso
    26 Maret 2011 pukul 07:45

    Wak Bul….
    Skema diatas yang menggunakan K2698 pushpull ini keluar berapa watt (dengan tegangan seperti pada skema)?.
    Saya mencoba dengan tegangan Drain 90 Volt, Tegangan Gate = 3,2 V, hasilnya ko masih belum oye untuk liniernya bebek….

    • 25 am80mkabul
      26 Maret 2011 pukul 18:29

      Mungkin para senior brik-brikan ada yang berkenan memberi sedikit komen atau opini atas kasus yang menimpa Mas Nananng, karena sejujurnya “penulis” babar-pisan belum pernah mencoba push-pullnya YC2CGA, hanya sekedar NATO/No Action Teory Only.. (Admin gak tanggung jawab.. hixx) Mas Nanang tak sawang-sawang kok tuambah ngguanteng se..

    • 26 Kang Paimo
      13 April 2011 pukul 12:35

      Cak Nanang ,
      Lha belom oye nya itu kira kira apa tidak linier (suara serak) , opo powernya nggak mau besar ? Kalau suara nggak mau linier coba diukur arus diam pada drainnya , berapa mili ampere . Pengukuran arus diam sebaiknya hubungan ke exciter dicabut. Kalau problemnya power output nggak mau besar , coba jumlah gulungan primer pada tubing output ditambah sambil diukur power outputnya.

  12. 27 CACA
    2 Mei 2011 pukul 15:05

    mbah kabul kalo balun tv itu biasanya adanya di rangkaian apa ? pada antena luar TV atau apa mbah. aku cari-cari di toko elektronik ko sulit ya mbah. matur suwun mbah

    • 28 am80mkabul
      3 Mei 2011 pukul 06:07

      Kita balik ke tahun-tahun 1980.. saat TV masih VHF, channelnya masih TVRI doang. Booster TV cashingnya masih terbuat dari plat merk DX.. disana ada 2 biji balun. Pada Feed-point antana, ada sebiji. Kabel antena masih Feeder merk Federal, turun ke TV dengan kabinet dari kayu, di polytur lagi busyet dah.. didalamnya kadang ditemui lagi sebiji balun.
      Tahun seputar 1998, TV sudah UHF. Pada boosternya masih ada balun hidung babi tapi kecil bundar mirip Ferrite-bead. Pada Feed-point antena ada hidung babi sebiji.
      Sekarang, feed-point antena TV hanya menggunakan kabel mlungker doang buat balunnya. Ferrite hidung babi sudah punah…. Nasib.
      Selamat berburu hidung babi, saran kami kunjungilah pengepul-pengepul barang rongsok, pasar loak. Peruntungan kita terkadang ada di sana…

  13. 29 candrablora
    3 Mei 2011 pukul 10:18

    weleh weleh,…menarik cuekali,.mbah kabul…
    pingin nyoba nich,…

    • 30 am80mkabul
      3 Mei 2011 pukul 18:45

      Wah wah wah, Blora kota legenda. Disana dulu pernah ada sosok amat disegani, Mister Bombom. Wah wah wah, bahaya..
      JANGAN-JANGAN INI MISTER BOMBOM ??? Waduh Cilakak..

      • 31 nanangbondowoso
        7 Mei 2011 pukul 08:55

        Mister Bombom wis ora kober ngurusi radio, saiki repot karo putune..wak… aman

      • 32 am80mkabul
        8 Mei 2011 pukul 17:58

        Ojok nggorohi wak, Mister Bombom iki Boss lho. Wadah, aku kok malih prindang-prinding ngene wak, bahaya iki, temenan bahaya!

  14. 33 NAWI
    9 September 2011 pukul 19:32

    wak, kalo pake push pull ini, OTnya pakai email diameter brapa (Primer/Sekunder)

    • 10 September 2011 pukul 19:39

      Yth Bpk NAWI, sering-sering injeksi modulasi seperti yang tergambar pada skema diatas mendapat banyak masalah, katakanlah gagal. Jadi saran saya modulasinya disuntik pada Driver saja, lebih gampang dan push-pullnya dipakai sebagai booster TX saja. Jika begitu OTnya ya seperti yang biasa dipakai, tidak usah dirubah atau dirubah jika ada hasil yang anda peroleh tidak linier seperti harapan. Cara demikian saya rasa lebih efisien karena power audio yang dibutuhkan utuk mendorong modulasipun tidak perlu besar-besar atau secukupnya saja. Salam.

  15. 11 November 2011 pukul 10:05

    Salam Kenal Wak Kabul dan rekan2 Semua, Wak Kabul Saya mau nanya untuk rangkaian Push pull di atas T2 Primernya itu lilitannya gimana saya masih bingung ? yg kedua saya mau nanya pemasangan LPF itu untuk Varco besinya Tuningnya apa harus di lepas? yang ketiga Saya Punya Balun ANT Bekas SSB Merk Kenwood Kira2 Apa Bisa Dipakai utk balun ANT Jenis Push pull ini atau Tidak? Tolooong Kasih Jawabannya WakKabul Sudah ngebet ni maklum masih baru belajar ..he..he..he ..mohon maklum ya?

    • 11 November 2011 pukul 21:34

      T2 pembuatannya sbb: sampeyan potong PCB dengan ukuran kira-kira 3x2cm 2 buah untuk side A dan side B. Masing-masing beri lobang sebesar bolongan toroid sampeyan. Pada side A, potong tembaga PCB dengan cutter sehingga permukaan tembaga yang kiri tidak connect dengan yang kanan, atau dengan kata lain lobang kiri tidak connect dengan lobang kanan. PCB side B tembaganya tidak usah di-cutter, dibiarkan saja atau nantinya lobang kiri connect dengan lobang kanan. Nantinya side B ini menjadi center tab lilitan Primer.
      Sekarang sampeyan ambil pipa tembaga atau kuningan yang kiranya bisa masuk ke lobang toroid dengan pas, tidak longgar atau kebesaran (kalau kebesaran tentu ndak bisa masuk ke lobang). Jika toroid sampeyan panjangnya 3cm dan tebal PCB 1mm, potonglah pipa sepanjang 3,25cm dengan bentuk akhirnya pipa masuk ke bolongan PCB side A, masuk ke bolongan toroid tembus ke bolongan side B. Solder ujung pipa sehingga menjadi connect dengan tembaga PCB. Setelah sampeyan selesai buat bentuk kurang lebih seperti foto di atas.
      Cobak lihat gambar yang paling bawah, area yang berwarna kuning pada PCB adalah yang bertembaga. Disini ada point A, C dan B. A adalah awal lilitan primernya, C adalah ct-nya, B adalah akhir lilitan. Secara hukum, (hukum brik-brikan) antara point A sampai ke point B dianggap bentuk L satu lilit, sehingga C adalah pertengahannya atau dikatakan point A ke C membentuk setengah lilit. Jika A ke B dianggap setengah lilit, maka A ke C membentuk L seper-empat lilit. Begitulah kira-kira bentuk lilitan primer pada T2. Sedangkan sekundernya bentuk gulungan seperti umumnya, pakai bahan kabel atau kawat email.

      • 19 Januari 2012 pukul 08:22

        Ohya Wak Kabul Untuk Rangkaian Push pull di atas R.50 ohm nya berapa Watt ya??

      • 21 Januari 2012 pukul 21:58

        Pakai 2 Watt sajalah, yang jenis karbon.

  16. 39 nanangbondowoso
    16 Mei 2012 pukul 08:33

    Wak Bul…Opo ora golek acara…?

    • 17 Mei 2012 pukul 19:13

      Whadaw, Wak Nanang.. sampeyan tambah nggauwantheng hare, tambah koyok Charles Bronson.
      Saya akur sama komen sampeyan babagan toroid cincin brodolane lampu hemat energi. Sebetulnya kalau ngubeg-ngubeg pengepul rosok, di sana namanya circuit lampu SL jian koyok raenek regane. Kalau kita brodol toroidnya doang kita minta baik-baik biasanya dikasih sama pengepulnya. Asal mintanya baik-baik lhooo hahahaha

  17. 41 juney
    3 Januari 2013 pukul 22:50

    Wak Bul kaleh Wak Nanang, nek wonten tembaga latun, kulo mbok dikirimi. muter2 toko onderdil motor sak medhion kok mbonten nemokke.

    • 18 Januari 2013 pukul 02:13

      Kok susah-susah to mas. Bikin dari yang ada disekitar sajalah daripada pusing cari, ujungnya proyek nggak jalan-jalan. Ujungnya lagi nggak bayaran wakakakak.
      Saya kadang bikin dari plat kuningan yang digunting terus dibentuk tabung lantas dimasukkan ke lobang Tubing. Bisa lagi kalau nemu potongan bekas Antena odotan (Rod Antenna) bekas dari radio rosok, dicari ruas yang pas dengan lobang Tubing, amputasi dan cemplungkan ke lobang, beres. Tentunya lapisan krom pada batang antena odotan kudu dikerik/amplas/gerinda dong hingga kelihatan material kuningannya agar fair jika disolder. Mungin sampeyan nemu bahan yang lebih dahsyat dari yang saya contohkan, asal bermateri kuningan atau tembaga. Misal Perak?

      • 43 Kimunk
        19 Mei 2013 pukul 17:31

        Wak Bul..sy dah buat push pullnya..knapa T2 panas skali sampai gak bisa dipegang..rangkaian dah bekerja tapi ya itu T2 nya panas banget ?

  18. 44 Kimunk
    19 Mei 2013 pukul 17:34

    Wak Bul,sy dah buat pushpull tsb dan rangkaian dah bekerja tapi knapa T2 panas skali ga bisa dipegang..apa plate kuningannya terlalu tipis??

    • 20 Mei 2013 pukul 15:35

      T2 sudah jamaknya panas mas. Kalau dingin atau anget ya itu jangan-jangan nggak maksimal kerjanya. Plate kuningan jadi penyebab, menurut saya nggaklah. Mungkin sampeyan boleh mencoba merubah rasio T2, 1:2… 1:3… 1:4

      • 46 Kimunk
        20 Mei 2013 pukul 20:07

        Trims Wak Bul pencerahannya.

  19. 47 wiharto
    21 Juni 2013 pukul 12:39

    Sedikit urun rembug tentang kasus tubing panas:
    1. pastikan permeabilitas masing – masing material tubing adalah sama, shg nilai induktansinya sama, minimal sebesar 5uH untuk 1 lilit ( L meter wajib ada)
    2. sinyal rf untuk driver harus pas ( 20 Vp-p maksimum , dilihat dengan osciloskope), jika terlalu kecil akan semakin banyak gelombang harmoniknya , tubing akan semakin panas,

    • 27 Juni 2013 pukul 08:19

      Lha itu sudah dijawab, wak Bul….
      Kudu disiapne, LC meter, osciloscope dan frekwensi meter. Lha nanti kalau sudah lengkap…tak pinjame….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Вы в настоящее время Kaping Гости:

  • 171,890 hits
free counters
Kabul Tembel bin PM (Parto Moeloed zonder huruf T) Osc: 2SK241, 2x 2N3904 Pre Driver: 2N2222A-2SC2053-2SC2166 RF PA: IRFP250N Modulator: OCL 150 Antena: Kabel Telpon 2x17m カブールSTYビンPM(Parto Moeloedゾンダー手紙T) OSC:2SK241、2N3904×2 プリドライバ:2N2222A-2SC2053-2SC2166 RF PA:IRFP250N 変調器:OCL150 アンテナ:ケーブル番号2x17m
Click for Jakarta Soekarno-Hatta, Indonesia Forecast

Top Post & Top Page

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: