Sidang Pembaca yang budiman, mungkin diantara anda ada yang pernah memiliki skema seperti yang tersaji di bawah ini, bahkan mungkin ada yang pernah merakitnya namun sekarang ketlisut atau hilang sama sekali, mungkin postingan dibawah ini bisa membantu mengenang kenangan manis anda dimasa lalu…


1. Final Becak

 

2. Final 2SD895 (I)

Tr1: 2SC2053 / 2SC1957 / 2SC1383 / 2SD400
Tr2: BD139 / 2SC1162
Tr3: 2SD313 / 2SC1226 / 2SC1173 / 2SC2073
Tr4: 2SD895 / 2SD718
T1: 29T 0,5mm ØE.W. on 0,98mm Ø. Ferrite Rod (3-4cm Long)
T2: 12T 0,5mm ØE.W. on 0,98mm Ø. Ferrite Rod (2-3cm Long)
Choke 40+40T (80T total) 0,9mm Ø E.W. on 0,98mm Ø. Ferrite Rod.
Tank Coil: 35T (space benang BOL) 1mm E.W. on PVC  Ø 2,5cm .

 

3. Final 2SD895 (II)

L1: 80T Ø 0,5mm pada ferit batang.
L2: P=26T, S=6T, Kawat Ø 0,9mm pada PVC Ø 1” gulung rapat, sekunder ditumpuk di atas daripada gulungan primer.
L3: RFC 2,5mH/100mA
L4: 90T Ø 0,7mm pada ferit batang.
L5: 34T kawat Ø 1mm pada PVC Ø 1”, spasi bolah bol.

Disarankan sebisa mungkin untuk belanja atau berburu komponen yang disebut di atas, di pasar loak.


4. Final 1969

L1: 60-90T, Ø 0,6-1mm pada ferit batang.
L2: Koker Ø 8mm, 10-15T  Ø 0,8mm.
L3: Koker Ø 8mm, 10-15T Ø 0,8mm.
Lilitan yang lain silahkan lihat di halaman “Pre Driver 2166”.


Pemancar ini cukup kompak di rakit di wadah kecil lantaran bokongnya tidak mengandung varco besi, namun beban output harus 50 Ω. Power Output cukup kecil, pas buat keluarga dengan 1-2 anak. Disarankan dalam mencuning TX ini tidak meninggalkan SWR Power Meter, jangan lupa sangu Dummy Load. Tegangan harus tertib, steady di 13,8 Volt. Ndak boleh dibikin Rea-Reo. Pelanggaran atas ketentuan di atas akan dikenai sangsi organisasi orong-orong. Terima kasih.

 

5. Final  A747

RFC1,2,3: mohon pakai Koker Ø8mm inti ferit, gulung 2 sap Ø 0,4mm.
T1: mohon digulung pada balun TV 2 biji, Primer 24T Ø 0,2mm, Sekunder Bifilar 6T Ø 0,6mm
T2: mohon digulung pada balun TV 3 biji, Primer Bifilar 4T Ø0,5mm, Sekunder 2T Ø 0,7/0,8mm.
L1: mohon digulung sebanyak 40-60T kawat Ø 0,8/0,9mm pada ferit batang.
L2: mohon pakai Tank Coil gulungan yang umum, resonansi dengan antena yang dipakai dan frekuensi kerja anda masing-masing.
Trafo Daya untuk Final mohon dengan sangat agar disiapkan tersendiri, pisah dengan Trafo Daya untuk suplai unit lainnya.

Mengadakan perubahan dari keterangan skema diatas tidak diharamkan, dikarenakan harga-harga yang tercantum dalam rangkaian belumlah harga mati dan sangat mungkin untuk anda sempurnakan sendiri. Terima kasih.


56 Responses to “Final Tlansistol”


  1. 29 September 2010 pukul 03:58

    Salam kenal mas,
    Tolong diberikan Skema dan PCB nya dari Final Transistornya pake 2 SD 68 merk Sanyo.

    Tks Mas

    • 2 am80mkabul
      11 Oktober 2010 pukul 19:20

      Untuk skema mungkin Bos Bambang bisa coba skema no.3 dengan final diganti jengkol 2SD68. Gambar PCB ambil saja seperti gambar Pre Driver pada halaman “Single-ended IRFP250N”

  2. 29 September 2010 pukul 11:13

    Salam kenal kembali. Untuk skema yang dimaksud, kami mohon waktunya untuk menyalin dan menggambar ulang. Kami sekeluarga mohon kesediaan mas Bambang untuk bersabar menunggu. Terima kasih sebelumnya.

  3. 4 hem
    29 September 2010 pukul 12:13

    wak kabul. niku transistore nek dienggo mbegagah neng 4,1 mhz kiro2 kuat pundi dibandingaken single ended IRFP250?

    • 29 September 2010 pukul 13:23

      Ingkang wigatos dipun mangertosi bilih menawi D895 namung saget dipun setrum kirang langkung tigang ndasa gangsal volt lan amperipun nyuwun radi ageng. Ugi sogokanipun ketawisipun nyuwun ingkang radi ugal-ugalan. Menawi tampilan akhir wonten nggegana, menika kathah paktor ingkang ndadosaken alit-agengipun radio brik kula-panjenengan.
      Bilih wonten klentu utawi lepatipun kawula sak kluwargi anggenipun matur, nyuwun gung-ipun pangapunten.

      Cekap semanten atur kawula, kupat-lepet bungkuse janur, andum slamet panjang humurrrrr

  4. 30 September 2010 pukul 09:18

    Kalau ada skema yang lain bisa ditampilkan lagi, biar dapat dibandingkan, dikoreksi, dan yang penting cari komponen di loakan lebih mudah

    • 1 Oktober 2010 pukul 23:00

      Siap, pak Guru. Lapan anam

      • 8 nanangbondowoso
        2 Oktober 2010 pukul 09:52

        Sik talah wak Bul….kabeh skema kok ono JBL35? Iku opo artine ?, opo Callsign, padahal callsigne kan Radio Gembok Ireng dengan tingkat kecakapan Yanky Alfa Tree (sakduwure Bravo) dengan emisi A3, running power overload watt (SWR tidak mampu mengukur)

      • 2 Oktober 2010 pukul 13:27

        Ngene Wak Guru, ngguk kene Hurup J kuwi diwaca K, lha 35 kuwi gambare WEDHUSSS haahahahaaa

  5. 10 nanangbondowoso
    2 Oktober 2010 pukul 17:56

    Ha….ha….JBL35 artine Kabul Wedhus…..ha…ha…

    • 2 Oktober 2010 pukul 18:22

      Ojo banter-banter Wak, iki rahasia negara

  6. 12 budi
    19 Oktober 2010 pukul 10:28

    nyuwun didamelaken /dirakitaken amargi mripat sampun soak ningali r mblaru pinten nggih mas kawinipun matur nuwun mugi2 mboten duko awit kulo betah sakestu

    • 13 nanangbondowoso
      19 Oktober 2010 pukul 15:59

      Wah….meniko masalah gampil….pak.
      Paling beayanipun mboten ngentekne pitik 1, yo mbah…

    • 21 Oktober 2010 pukul 22:08

      Perkawis menika leresipun panjenengan petang piyambak kaliyan Mang Nanang aja dah Mang Budi, kawula norok buntek kemawon.

  7. 3 November 2010 pukul 00:08

    angkat jempol tuingi neah, maaf bahasa apa ya ini penterjemah sy sdh Alrmh he he matur huhun

    • 3 November 2010 pukul 17:05

      Kamsia..
      Tepuk Tangan (buat Mas Irwantoro)

  8. 16 Desember 2010 pukul 13:34

    om kabulll,,, mohon ijin sedot semua skemanya… hehehehehe
    gk apa2kan???????????????

    • 16 Desember 2010 pukul 16:53

      Sedot semua dah, mudah-mudahan bermanfaat ganti rojer dikopi korek dimonitor

  9. 19 Desember 2010 pukul 17:47

    om kabul,, boleh nanya dikit???
    L2 di skema D313 skbecak bisa di jelaskan secara terperinci gk om gmana buatnya?? soalnya saya gk ngerti2 om… kalau bisa di liatin om gambar asli L2 tersebut…..

    makasi om..

    • 19 Desember 2010 pukul 20:22

      Kira-kira wujud L2 begini. Anda gulung rapat email 0,9mm pada PVC 1″ sebanyak 26 lilit sebagei lilitan Primer. Balut lilitan sekunder tadi dengan kertas atau isolasi sebagai sekat dengan lilitan sekunder. Gulung lilitan sekunder menumpuk lilitan primer yang telah tersekat isolasi tadi sebanyak 6 lilit dengan email 0,9-1mm.
      Lilitan primer dapat varco dan kolektor driver via c kopling, sekunder dapat ground dan basis final via c kopling.
      Kurang lebih begitulah.
      Terima kasih.
      Sekali lagi terima kasih.

  10. 20 Desember 2010 pukul 08:09

    makasi banyak om,, udh mulai ngerti sedikit,🙂
    satu lagi omm, varco yang dililitan Premier fungsinya untuk apa om??? terus dibuat pake varco logam/varco plastik om???

    • 20 Desember 2010 pukul 16:48

      Ada yang menyebut L-C tersebut namanya Link-coupling dengan rasio 4:1. Tidak mutlak harus dipasang tapi dengan adanya L-C tersebut pada kenyataannya mengakibatkan cuningan pemancar jadi lebih mudah alias joss-gandoss..
      Varconya pakai besi saja dan tidak usah direnggangkan. Menurut desas-desus varco tersebut berperan sebagai pemenak modul, sebagai matching impedansi antara driver dan final sehingga diharapkan power output bisa optimal. Selain bisa menghindarkan dari isolasi yang tidak diharapkan yang disebabkan tidak sesuainya driver dan final. Katanya begitu.
      Katanya sih..

  11. 2 Februari 2011 pukul 08:20

    om kabul,, minta pencerahnnya sedikit,, sebagai alternatif jika sulit mendapatkan RFC 2,5uh/300mA gmana om?? apa bisa d bikin sendiri RFC 2,5uh/300mA

    makasi om🙂😀

    • 3 Februari 2011 pukul 11:44

      Jika dipakai untuk RFC pada Driver sampeyan bisa coba gulung email 0,5mm sebanyak 60 lilit pada ferit batang pada bekas radio AM(MW) yang bentuknya gepeng atau bekas radio SW jadul yang bentuknya budar panjang dipotong kurang lebih 5-6cm saja. Bentuk gulungan rapat. Terima kasih.

  12. 25 Nggunik solo
    13 Maret 2011 pukul 15:24

    Om kabul? kasih pencerahane, tr 2SD313 meniko nopo sami kalian D313. nyuwon gmbare lan jeneng sikile nek bisa kirim ke emailku. tankyu sblume.

  13. 26 wawan
    19 Maret 2011 pukul 14:57

    om, mohon informasinya tentang tulisan om “Trafo Daya untuk Final mohon dengan sangat agar disiapkan tersendiri, pisah dengan Trafo Daya untuk suplai unit lainnya” udh saya lakukan om dengan memisahkan trafo untuk OSC (1A 9Volt), Buffer dan Driver (5A 12 Volt), final (5A 30Volt)
    tp koq pemancar gk mau hidup ya om??? apa groundnya harus di gabung semua antara OSC, Buffer dan Driver, dan Finalnya????Mohon di kasi sarannya ya om??

  14. 27 am80mkabul
    20 Maret 2011 pukul 12:54

    Kelihatannya kok begitu. Kelihatannya lho, hehehe

  15. 28 eko pilax
    12 Mei 2011 pukul 03:49

    salam kenal pak kabul,mohon bimbingannya.saya kepengen bikin pemancar 80m tapi kendala cari rfc nya yang 100ma,200ma,300ma sudah ga ada yang jual, kalau ada alternatifnya mohon bantuan & bimbingannya….matur suwun

    • 29 am80mkabul
      12 Mei 2011 pukul 13:02

      Sampeyan bikin saja pre-driver 3 tingkat yang pakai link-coupling seperti yang sudah tersaji di blog ini, dijamin bebas RFC 100,200,300mA. Tapi sampeyan harus menyediakan Ferit Balun TV yang bolongane dua, nyariknya kemana terserah. Boleh ke pengepul rosok, TPA, pasar loak, bingkil-bingkil TV..
      Kami dan rekan peng-hombro yang lain akan dengan senang hati memberi bantuan moril sebatas kemampuan kami semua di sini. Terima kasih terima kasih terima kasih semoga sukses yang sampeyan cita-citakan….

  16. 30 eko pilax
    14 Mei 2011 pukul 01:50

    wah terima kasih pak kabul…..wah malah saya tadi baru dapet Varco besi di pasar loak….seharian ngubek2 pasar loak…..kalau semisal RFC diganti lilitan kiranya berapa lilit ya pak….???? dan cara buatntya gimana…? untuk ukuran yang 100ma,200ma,300ma
    mohon pencerahan & bimbingannya para master2 80meter band……Suwun

    • 31 am80mkabul
      14 Mei 2011 pukul 19:20

      Wah jarang sekali lho jaman sekarang ini kita bisa dapat varko besi di pasar loak. Benar-benar keberuntungan dan patut disyukuri lochhh.. he he.
      Kalau sampeyan kesulitan mencari RFC 100,200 dan 300mA mbok pakai rangkaian yang lain saja yang pakai toroid TV, lebih ringkas dan lebih mudah pengerjaanya. Skema dan lay-out pcb sudah kita sajikan di halaman Pre-Driver 2166.
      Terima kasih dan selamat bereksperimen.

  17. 32 gotri
    14 Mei 2011 pukul 07:50

    yang final 1969 itu ga pake varco tuning ya wak kabul?

    • 33 am80mkabul
      14 Mei 2011 pukul 19:25

      Iya Mas, tuningnya pakai obeng, ferit pada koker 8mm diplintir-plintir sampek elek.. he he he.. sampeyan iso-iso wae mas mas…

  18. 34 gotri
    15 Mei 2011 pukul 08:35

    lha sekarang cari varco besi(padahal pake aluminium juga)sudah susah mungkin cara ini jadi alternatip,cuman konon katanya bandnya antena sempit ga bisa main plorotan seperti klo pake lodeng koil sama varco.

    • 35 am80mkabul
      15 Mei 2011 pukul 21:02

      Betul mas, sempit. Jadi kalau mau lebar ya terpaksa dah main varco besi buat tuner.. lah jadi bukan alternatip dong? Gini saja mas, coba bikin varco hombro saja seperti yang sudah dibuat Bang Jagawana dengan material PCB. Nanti dikasik gotri biar mutarnya jadi licin.. he he he

  19. 36 Kris
    17 Januari 2012 pukul 14:45

    Wah….blog-nya bagus banget,mas Kabul. Top banget! Jadi nambah ilmu banyak neh. Ijin donlot semuanya,ya? Makasih….

  20. 37 burisrowo
    24 Januari 2012 pukul 15:45

    cak kabul lam kenal radio burisrowo ling channel kristal 3,59 Mhz jombang jatim purworejo jateng makasih atas irek p 250 nya model njenengan ling saya ke ortu di jateng jadi terasa lokal. saya pakai loding primer 24 lilit sekunder 3 lilit impedansi rendah ke antena

  21. 38 GENG 80 meter band
    24 April 2012 pukul 07:56

    ukuran paralon Tank coil 2,5 cm apa itu tdk terlalu kecil ya mas dan sebaiknya ukuran berapa menurut kebiasaan mas kobul mohon pejelasannya tks…..

    • 25 April 2012 pukul 00:07

      Saya kok lebih menyukai memakai paralon berdiameter 2,5cm. Mungkin untuk kondisi antena yang berbeda dengan yang saya pergunakan hasilnya berbeda pula. Antena yang saya pakai adalah bermaterial kabel telepon, baik untuk bentangan kiri-kanan maupun untuk transmisi-line.
      Terima kasih singgahnya, selamat berexperiment dan semoga berhasil.

  22. 40 Geng 80 meter band
    8 Mei 2012 pukul 14:50

    Betul mas beda antenanya , saya gunakan coax rg 58 sebaga penghantar dan sayap kiri dan kanan kawat lisrik 1 mm terima kasih atas penjelasanya.

  23. 41 toufik
    15 Juli 2012 pukul 10:30

    bang kabul. transistor c 2581 bt finalnya bisa ga bang?????

    • 16 Juli 2012 pukul 01:20

      Bisa. Tapi yang pernah saya kerjakan hasilnya nggak begitu mantab. Saya lebih cocok pakai D895.

  24. 19 Juli 2012 pukul 13:23

    Pakai D 718 juga bisa mas jack lanangan tegangan maks 13,5 v amper boleh di besarkan kalau tegangan di naikan langsung end

  25. 44 toufik0007
    21 Juli 2012 pukul 16:15

    bang d895 harganya berapa bang?

    • 27 Juli 2012 pukul 14:54

      Enggak mahal-mahal amat, seperti transistor-transistor RF keluaran Mitshubishi. Paling kisaran 10 rebuan bang. Cocok buat kami-kami kaum kere.

  26. 46 Arie
    26 Juli 2012 pukul 16:20

    salam kenal Wak Kabul…saya senang mampir d blog anda …menhibur dan bisa pinter ..saya juga homebrewer ,,saya senang monitor 90 meter d thn 89 an ramai banget ..apa AM 80 msh ramai yaa skrg ini …knp ,,wak Kabul ga ikut meramaikan di 11 mhz ,,

    • 27 Juli 2012 pukul 14:49

      Salam kenal kembali Mas Arie, terima kasih telah meluangkan waktunya untuk mampir di Blog kami yang cukup katrok ditengah kehebatan segala macam kreatifitas di dunia maya ini. Saya setuju dengan kesaksian anda ditahun-tahun ke belakang yang mana bukan hanya AM 80 meternya yang hiruk pikuk namun juga AM 11 meter yang dewasa ini kelihatannya (di 11 meter) sudah tidak seramai dulu.
      Mungkin karena ketersediaan komponen untuk merakit perangkakat pancarima 11 meter sekarang ini sudah mulai sulit didapatkan terutama di bagian frekuensi generatornya. Ingin juga sebenarnya, untuk mencoba sebisa-bisanya membuat radio brig yang bekerja di band yang pernah berjaya masa-masa 80an. He he. Sekali lagi terima kasih kunjungannya dan selamat menjalankan ibadah puasa, salam untuk keluarga di rumah. 73

  27. 3 Agustus 2012 pukul 23:17

    bang osilator saya sudah jadi.senengnya bukan main… varco besi juga dah dapat, hrg 25.000. tgl bt buffer drifer… nah, osc saya pke sk192. bisa ga rangk. selanjutnya pake skema tansistor diatas….

    • 4 Agustus 2012 pukul 09:36

      Jangan kuwatir Mas, skema diatas semuanya support dengan VFO sampeyan. Selamat berhasta karya dan semoga berhasil.

  28. 50 Arie
    10 Agustus 2012 pukul 12:56

    om Kabul knp ga experiment di 11 mhz mode Upper sideband ,,di frekuensi 11 mc ramai banget dan sepertinya banyak alumnus 100 – 80 meter band ,,dan propagasi lumayan bagus ,,saya pake homebrew 11mc rf yg msh mini ,,2 watt ,,

  29. 19 Agustus 2012 pukul 18:10

    Bagai mana kalau skema 11 mc nya dikirin ke emailku sapa tau ada teman2 yg berminat dan akan ku pajang di blog ku mungkin beda dengan 11 mc zaman jadul

    • 52 Arie
      24 Agustus 2012 pukul 13:42

      banyak skemanya di web BITX20, yang sedikit modifikasi di VFO oscilator kerjanya di 1400 khz -1500khz dgn if X tall ladder 10 mhz , band pass filter, dan low pass filter , murah meriah ,,hasil joss ,, saya mendapatkan pcb dr mas yoke di jamin jadi ,, bagi pecinta homebrewer tdk akan kesulitan merangkainya,

  30. 22 Februari 2013 pukul 07:40

    om kabul apa bisa lilitan choke dililit pada torooid dan brp jumlah lilitan serta ukuran email nya tks.

    • 22 Februari 2013 pukul 12:07

      Saya rasa bisa saja asal material toroidnya FERIT, bukan besi kern trafo. Jumlah dan ukuran kawat menyesuaikan saja, ambil dulu ukuran kawat dan jumlah lilitan yang lazim. Terus terang saya belum pernah pakai Choke dengan ferit cincin buat final, kebiasaan pakai pakem lama dengan ferit batang.

  31. 55 frans
    3 Agustus 2013 pukul 22:31

    bagi ilmunya pakde..bagaimana bikin trafo OT. Maturnuwun

  32. 4 April 2014 pukul 11:16

    looks wonderful. de vu3inj. indrajitsinh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Вы в настоящее время Kaping Гости:

  • 171,890 hits
free counters
Kabul Tembel bin PM (Parto Moeloed zonder huruf T) Osc: 2SK241, 2x 2N3904 Pre Driver: 2N2222A-2SC2053-2SC2166 RF PA: IRFP250N Modulator: OCL 150 Antena: Kabel Telpon 2x17m カブールSTYビンPM(Parto Moeloedゾンダー手紙T) OSC:2SK241、2N3904×2 プリドライバ:2N2222A-2SC2053-2SC2166 RF PA:IRFP250N 変調器:OCL150 アンテナ:ケーブル番号2x17m
Click for Jakarta Soekarno-Hatta, Indonesia Forecast

Top Post & Top Page

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: