Ini Induksi bukan sembarang induksi. Induksi ini sudah lazim dipergunakan pemain radio brik 80 meter AM yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik molek. Induksi seakan sudah menjadi piranti wajib yang harus disediakan untuk menambah sensitifitas radio SW1 kempitan, apapun merknya. Pembuatannya pun ndak susah dan ndak perlu skil khusus, cukup disiapkan beberapa item material yang sangat mudah didapatkan.
Material yang kudu disiapkan adalah:
1. Pralon Ø 1″ sepanjang ±4,5cm.

2. Kawat email Ø 0,4mm ±5-6m.

3. Varco plastik, boleh comot dari bangkai radio kempitan atau beli baru.

4 Jack sesuai selera. Yang dipasang di induksinya adalah yang wedokan. Wedokan biasa ditulis “female” di Handbook  brik-brikan.

5 Bor, lem bakar, solder dan thinnol sak kilan saja.

6 Cukup dah. Eit.. juga boleh ditambahkan “Gondorukem”, tapi ini option saja terserah selera sampeyan semua.

Selanjutnya gulung kawat email, gulung sampai genap 30 lilit, tab. Gulung lagi 10 lilit, brenti. Sisa kawat dipotong saja. Jadilah lilitan dengan 3 titik sambung, katakanlah a, b, c (awan bengi cangkrukan). “A” adalah L yang 30 lilit, “B” tab, dan “C” adalah L yang 10 lilit. Hubungkan saja a-b-c tadi dengan varco dengan koneksi a dapat pinggir kiri varco, b dapat tengah, c dapat pinggir kanan daripada varco plastik.

Masukkan kabel dari antena sampeyan pada A. Ground-nya pada B atau tab lilitan. Coba dekatkan induksi yang baru selesai dibuat tadi dengan radio kempitan, persisnya kira-kira pada sekitar ferit batang radio kempitan tersebut. Maka akan bertambah nyaringlah suara radio kempitan sampeyan, dan akan tambah sip lagi jika varco kemudian diputar-putar alias dicuning-cuning. Akan mulai terasa sensasi dari induksi ini. Lebih Hot lagi jika pada radio sudah ada S-meternya. Dan tambah Hot lagi manakala saat memainkan Varco diberi variasi adegan menyruput kopi hangat. Kopi tubruk, bolehlah.


32 Responses to “Induksi Radio”


  1. 12 Oktober 2010 pukul 15:08

    wah radionya udah layak masuk museum breaker, kira2 klu udah masuk museum harganya berlipat-lipat yach,

    • 2 am80mkabul
      12 Oktober 2010 pukul 16:04

      Bang Odik Bang Tomank menuju titik record. Brangkaaaatttt!!!!!

  2. 30 Oktober 2010 pukul 23:31

    Ini untuk gelombang SW atau AM thok mas? Terus itu berarti ada dua varco ya, yg dituning mana dulu ya. Prinsipnya apa sama seperti loop antenne mas?

    salaman

    • 4 am80mkabul
      31 Oktober 2010 pukul 00:04

      Itu yang biasa dipakai rekan-rekan di AM 80 meter(SW1),termasuk saya. Varconya satu saja, varco plastik kecil sudah cukup atau ngambil dari radio-radio bekas yang ada. Bikin saja persis seperti gambarnya dan coba didekatkan ke rangkaian penala radio (foto bawah). Jika diputar-putar varconya akan terlihat jelas pengaruhnya.

  3. 5 joko
    2 Desember 2010 pukul 23:08

    emang para breaker 80an ini kreatifif ,tak kasih 4 jempol wak bul

    • 6 am80mkabul
      13 Mei 2011 pukul 19:04

      Oh Mas Joko… sanjungan adalah terror…

  4. 7 syamsuddin.
    26 Maret 2011 pukul 10:14

    mas kabul untuk sambungan ground dan antena induksi radio itu dihubung kemana apa ke radio atau pemancar mohon penjelasannya.

    • 8 am80mkabul
      26 Maret 2011 pukul 18:09

      Terserah, maksudnya:
      1. Apabila sampeyan mempergunakan antena Dipole atau biasa diucapkan “Open-Dipole”, ground dapat salah satu sayap. Apabila “inner” dapat sayap kiri, Ground dapat sayap kanan.
      2. Apabila sampeyan mempergunakan Long-wire, Ground dapat Aarde/pentanahan.
      3. Apabila sampeyan pakai antena yang lainnya, Ground boleh disambung dengan massa Radio, transmitter atau receiver.
      Mudah-mudahan berhasil.

  5. 9 syamsuddin.
    27 Maret 2011 pukul 06:16

    Maaf,yaa mas yang saya maksud itu INDUKSI RADIO yang disimpan diatas radio kempitan itu dengan rangkaian ada lilitan 30,tab,10 dan varco plastik serta jack.Yang saya tanyakan untuk tab/ground serta jacknya itu dihubungkan kemana?

    • 10 am80mkabul
      28 Maret 2011 pukul 10:45

      Ya jelas ke antena to. Mohon simak foto, kelihatan kabel warna hijau dengan jack warna merah, itu saluran dari antena. Inner kabel ke antena, ground ke body pemancar atau ke Aarde. Disini kami menyulut dari relay RX/TX pada pemancar. Coil pada PVC tersebur cukup didekatkan ke Radio kempitan saja. Karena posisi terbaik di pinggir atas sebelah kiri, kami buatkan dudukan seadanya dari potongan pralon, induksinya tinggal dimasukkan ke dalam dudukan tersebut, mengingat induksi kami sering hulag-hulig endingnya nggoling. Mudah-midahan jelas.

  6. 11 syamsuddin.
    28 Maret 2011 pukul 20:14

    saya aturkan terima kasih atas penjelasannya yang cukup jelas dan terang benderang bagi saya dan mudahan Pak Kabul tdk bosan bosan menjawab pertanyaan saya,apabila saya bertanya lain lagi.Terima kasih salam sejahtera tuju tiga cheriooo…..

  7. 12 Jagawana
    27 April 2011 pukul 12:53

    Tadi malam baru saja bikin UNUN 9 : 1 pakai ferit dengan lilitan trifilar, lumayan bisa menonjolkan sinyal dan mengurangi QRM. Sekarang ada lagi dari Wak Kabol yang bisa dicuning-cuning nanti malam dicoba ah. Mator Kasoon Wak Kabooolll .

  8. 13 subrew
    12 Mei 2011 pukul 11:41

    wak kabulll, uplod skema bfo dong…. bias radioku nggak ada bunyi yg kayak bebek… trim sebelumnya.

    • 14 am80mkabul
      12 Mei 2011 pukul 13:15

      Sabar ya Mas, sabar ya.. orang sabar pantatnya besaaarrrr.
      Secara darurat sampeyan bisa ambil rangkaian VFO yang sampeyan modifikasi, kurang lebih begini:
      -Copot Lilitan osilator & varco, ganti dengan CF 455.
      -Copot C antara Gate-Source dan Source-Ground, ganti dengan C keramik biasa 1000pF.
      -Copot R pada Collector-Vcc Transistor Buffer, ganti dengan IFT bekas warna kuning atau putih, beri kopling outputnya 0,01uF saja.
      -Sudah, colok saja outputnya pada detector radio..
      Matur sembah suwun.

  9. 15 wawan
    12 Mei 2011 pukul 17:00

    pak om kabul,, detector radio itu yg kayak mana ya??? udh bikin BFO neh saya biar bisa dengar SBY,, ehhh salah SSB..
    sekemanya saya dpt dr sini http://starservicego.blogspot.com/2011/03/bfo-455khz-untuk-radio-am.html

    • 16 am80mkabul
      12 Mei 2011 pukul 22:01

      Begini Om Wawan, menurut tetangga Om Kabul yang dulu katanya beliau mantan tukang ngebrik yang sekarang sudah insyaf, Detektor pada radio biasanya bercokol di antara IF Amplifier dan AF Amplifier. Antara Detektor dan AF Amplifier biasanya ditempatkan sebuah potensiometer sebagei pengatur Volume suara Radio.
      Metode penyuntikan BFO (atau biasa disebut Osilator Lokal) ada 2 jalan, dengan diinjeksi langsung ke product detector, atau diinduksikan saja. Rekan dari Pati Jateng, mas Seagate memakai cara yang kedua yakni diinduksikan saja, itu juga sudah okey.
      Jika dipilih cara injeksi, kadang penginjeksian pada unit detektor hasilnya kurang ok artinya signal BFO masih kalah kuat dengan signal SSB yang diterima, bisa dipindahkan injeksinya pada IF Amplifier. Atau BFOnya sendiri “ditambahin” penguat 1 tingkat.
      Tuuuuerima kasih.
      Salam.

  10. 17 wawan
    13 Mei 2011 pukul 08:30

    di induksikan kayaknya lebih praktis om,,, kira2 gmana ya om caranya???

    • 18 am80mkabul
      13 Mei 2011 pukul 18:21

      Ya cuma didekatkan saja ke radio, kalau terlalu kuat sinyal BFOnya dijauhkan sedikit, kalau kurang kuat didekatkan, seperti itu.. (istilah “seperti itu..” kayaknya lagi tren ya di TV-TV…) He he..
      Thank you.

  11. 5 Juni 2011 pukul 00:13

    wak, mohon pencerahannya,
    saya sudah buat Spoel yang untuk induksi,
    tapi untuk varconya nda berfungsi,
    spoel tak jauhken dari radio signal ilang, pas didekatkan signal ada….,
    tapi ya itu, varco diputar” da berfungsi,
    nda ada hasilnya…sudah 2x ganti….

    • 20 am80mkabul
      7 Juni 2011 pukul 19:27

      Coba rakit ulang saja mas, kadang ada yang lupa salah nyambungnya atau faktor lain.
      Varco harus bisa bekerja normal mas, karena penyetelan resonansi ada pada Varco.

  12. 21 adisofiyan
    7 Juni 2011 pukul 13:34

    pak kabul nek Beat frequensy oscilator (BFO) nganggo transistor bisa apa ndak ya…..???

    • 22 am80mkabul
      7 Juni 2011 pukul 19:15

      Mosok ndak bisa? Bisa ah. Tinggal R biasnya pakai aturan buat transistor, pasti jalan. Misal basis ke (+) dikasi 27K, basis ke ground 5K6. Kolektor ke (+) kasi 1K. Emitor kasi RFC miniatur 330uH ke ground. Beres kan? Trims 73

  13. 23 adisofiyan
    8 Juni 2011 pukul 13:44

    kirain ndak bisa..

  14. 24 bondan
    7 September 2011 pukul 17:45

    wak kabul.. kalo radio yg pake IC TA2003 apa bisa juga ditempel induksi ini? atau hrs radio yg msh pake spool putih kuning hitam itu ?

  15. 25 bondan
    8 September 2011 pukul 08:00

    wak kabul.. kalo radio SW nya pake IC TA2003 apa bisa juga merasakan induksi ini ?? benernya asik mana sih radio yg pake IC ataw yg pake transistor ??
    suwun wak

    • 9 September 2011 pukul 01:55

      Wak Bondan, terus terang saya belum pernah bikin radio yang pakai TA2003, tapi saya rasa bisa saja dipakai pada radio apapun- bah aisi bah transistor. Kalau saya pribadi lebih sreg pakai transistor, karena punyanya ya yang pakai transistor jadul itu.. he he. Silahkan dicoba. Salam.

  16. 15 November 2011 pukul 00:35

    Wak Kabul Lam Kenal, Mau Nanya Wak Kabul Saya Punya Balun ANTENA SSB Merek KENWOOD Kira2 Apa Bisa Di Pakai untuk Antena Pemancar 80 Meter band ? Kalau Bisa Kira2 Mampu Untuk Daya Berapa Watt? Trimks sebelumnya.

    • 15 November 2011 pukul 01:22

      Bisa-bisa saja dan power ratingnya saya kira mampu lebih dari 100W.

      • 16 November 2011 pukul 02:18

        Trimks, sudah di jawab . saya mau nanya lagi wak kabul jangan bosan2 ya menjawabnya, maklum masih baru belajar membuat 80meteran.
        Nah saya ini bingung wak kabul di lokalan saya di daerah Riau, itu tidak ada yang on air di SW1, jadi mau uji Coba modulasi pesawat tidak ada yang merespon, lha kira2 pesawat saya supaya bisa nyampai dari Riau Kejawa timur harus daya berapa minimal??.. Karna ini sudah ngebet kepengen bisa ber QSO dengan Rekan2.

  17. 2 Juli 2012 pukul 21:58

    bang.. saya sudah coba resep induksi radiona… seperti diatas. pkai antena dipole. cuma (+)nya aja yang bentang lurus,(-)nya turun kebawah posisi miring> wah klo varco pada paraon diputar suara bisa jelas bang

  18. 5 September 2016 pukul 09:04

    Kalau diameter pipa 3/4 inch lilitan nya berapa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Вы в настоящее время Kaping Гости:

  • 171,890 hits
free counters
Kabul Tembel bin PM (Parto Moeloed zonder huruf T) Osc: 2SK241, 2x 2N3904 Pre Driver: 2N2222A-2SC2053-2SC2166 RF PA: IRFP250N Modulator: OCL 150 Antena: Kabel Telpon 2x17m カブールSTYビンPM(Parto Moeloedゾンダー手紙T) OSC:2SK241、2N3904×2 プリドライバ:2N2222A-2SC2053-2SC2166 RF PA:IRFP250N 変調器:OCL150 アンテナ:ケーブル番号2x17m
Click for Jakarta Soekarno-Hatta, Indonesia Forecast

Top Post & Top Page

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: