13
Sep
10

Sugeng Rawuh Sugeng Pinanggih Kaliyan Kabul

 

Bapak-bapak, ibuk-ibuk, hadirin hadirot yang kami hormati, adik-adik sekaliyan yang kami cintai dan kami sayangi, handai taulan yang saya muliakan,

tetangga kiri-kanan yang mohon beribu-ribu maaf atas segala gangguan splatter dari kami pada peralatan elektronik (Telepon, VCD, TV, Soundsystem, Kulkas, AC, Mesin Cuci, Kipas Angin, dlsb). Selamat datang dan terima kasih nan tak terhingga atas berkenannya mengunjungi Blog Koh Kabul yang penuh bau uthis.


Halaman ini secara khusus kami dedikasikan kepada seluruh Kabul-Holic dimanapun anda berada. Mungkin ini sedikit membantu memberikan gambaran tentang sosok  Kabul yang banyak kalangan setuju dengan ketampanannya yang beda-beda tipis dengan Damarwulan,

meskipun Damarwulan sendiri amatlah sangat keberatan dengan pendapat tersebut.

Tapi sudahlah. Sementara kita abaikan dahulu perkara setuju tidak setuju tersebut di atas, yang jelas Bang Kabul masihlah seperti yang dulu, yang baik budi, sumeh-grapyak-ndemulur, ndak sumbung juga rajin menabung, bahkan rajin pula ngrikiti tabungan. 

Continue reading ‘Sugeng Rawuh Sugeng Pinanggih Kaliyan Kabul’

08
Des
10

po

20 : 38 WIB

Pak Kuru gremeng-gremeng di Radio.

04
Des
10

Lampu Merah

 

 

27
Nov
10

Ef-em Frequency Counter 88-108MHz

Ini adalah dosa besar

yang dilakukan seorang Kabul terhadap Frekwensi Konter FM, yang diupaya-paksakan agar gelem mlaku pada AM 4,1MHz. Kurang lebih beginilah kisahnya.

Sebagai langkah awal, rela tidak rela kita harus  mencopot capasitor 1000 pF pada pin 8 dari IC LC7285, kemudian dengan iklas mengganti dengan capasitor 150 pF yang dipasang pada pin 9. Dari capasitor 150 pF tersebut kita sulut ke output osilator radio kempitan atau osilator pemancar 80 meter. Sudah, gitu saja ndak usah banyak-banyak modifnya, nanti ketahuan yang punya pabrik.

Lha sekarang tampilan pada  display 7 segment biar seakan-akan sungguh bekerja pada 4,1 MHz, kita musti modif angka pertama agar membentuk angka 4, silahkan di akali sendiri LED 7 segment-nya. Sidang Pembaca pastilah sudah pada mahir membentuk konfigurasi angka pada Display. Soal keakuratan Counter ini ndak usah dibahas, namanya saja konter kere, jika diharap tampil selayaknya Counter yang top, ya sori-sori Jeck!

Terima kasih.

Sekali lagi terima kasih.

13
Sep
10

Tembak Varco

Para home-brewer yang terhormat, sebelumnya kami laporkan bahwasanya dongeng ini bersumber dari http://www.qsl.net/n4dfp/buildcaps.html karya kreatif Mister

David Hammack, N4DFP.


Masa sekarang ini rasanya mencari “Varco Besi” adalah perjuangan yang cukup menguras tenaga dan perasaan, sehubungan semangkin langkanya barang tersebut. Dan jikalau pada akhirnya kita tidak berhasil mendapatkannya, tidak usahlah berkecil hati karena sebenarnya kita bisa bikin sendiri dengan ongkos murah, tentunya dengan fungsi yang ndak jauh beda dengan bikinan pabrik.

 

 

 

12
Sep
10

Cinta dalam sepotong roti

Syahdan, pada jaman baehula, jamannya sepur lempung garis miring sepur GRUNG, tersebutlah radio tabung yang kondang dengan sebutan radio roti, roti sumbu, dimana empunya masih didominasi kaum berpunya. Radio tersebut seperti menjadi simbol status sosial pemiliknya, karena hanya kaum berduit dan agak berduit saja yang bisa memilikinya. Yang kagak berduit cukup numpang nguping di tetangga. Tapi itu konon. Penulis pada zamannya radio tersebut pada puncak ketenarannya masih belum terlahir. Dicetakpun rasanya juga belum.

Radio Roti BIN 206U yang skemanya tertayang disini menurut desas-desus diluncurkan Philips Ralin pada 1951. Dalam desas-desus tersebut dikatakan radio roti ini mengkonsumsi listrik 32-44Watt dengan tegangan 110-127 Volt 60Hz. Dengan wilayah pendengaran 13-150m (2-20MHz). Bagi dulur-dulur saudarak sadayanak yang mempunyai opini soal spec radio antik ini silahkanlah goyangkan jari dan menuliskan dongengnya di sini. Tentunya ini mungkin bermanfaat bagi dulur-dulur yang lain.

Radio jenis seperti ini dalam perjalanan zaman banyak yang mengalami nasib tragis. Dibantai, dimutilasi tubuhnya dan dijarah beberapa onderdilnya untuk menutup kebutuhan sebuah radio brik-brikan. Misalnya Trimmer, yang dicabuti guna melunasi kebutuhan sebuah pemancar FM, booster 2m, atau Varco besinya yang diboyong ke bokong pemancarnya seorang Kabul. Itupun masih dicabuti dulu rotor-statornya, hingga babak belurlah bentuk akhir Varco besi tersebut.

Masih beruntung Radio Roti yang diadopsi para kolektor barang antik. Kondisinya jauh lebih baik dibanding yang jatuh ke tangan oknum brik-brikan. Mereka mengalami reparasi, restorasi total untuk dikembalikan ke keadaan aslinya. Dengan demikian nilai dekorasi dan fungsi radio tersebut kembali utuh seperti pada zamannya.

Berikut gambar skema radio tersebut,  sketsa dari Leonardo da Vinci gadungan, yang berkasnya ditemukan di sela onggokan kayu berdebu di belakang rumah penulis.
Continue reading ‘Cinta dalam sepotong roti’

18
Mei
10

Break-on

TIP32 boleh diganti B507 atau A671 atau A699 atau A715.
19
Feb
10

Warung Cethe


Check-Check™

 

Transmisi mode AM ini sepertinya kok sudah ada sejak jaman  Nippon (kalau jaman Mojopait sih rasanya kok belum), dan pernah menjadi mode paling ngetop di dunia Radio. Masa ketenarannya diwarnai dengan suasana temaram sinar filamen dari gelas-gelas kaca. Pada zaman itu Mas Kabul belum bersekolah, lahir saja belum. Ini tadi ceritanya, katanya, atau desas-desusnya. Sekarang ini, meskipun belum benar-benar punah, mode tersebut masih juga ada yang mempergunakan seperti Mas Kabul bojone Rukayah ini. Mode AM menjadi pilihan Mas Kabul lantaran teknologinya masih bisa dibilang sederhana sesuai dengan pendidikan Mas Kabul yang cukup hanya sampai STM saja. STM swasta. Meskipun dolanan Radio Brik di AM 4,1 MHz dibilang berteknologi primitif, kuno dan “pinggir”, namun Mas Kabul – n r e s n a n i – m b a l u n g – g e t i h. Mbok Sumprit dech!

Sik sakmene wae, sementara Mas Kabul tak ngarit dhisik, sesuk dilanjutken lagi ndongengnya, oce?

 

19
Feb
10

Paribasan

 

Wong Jawa ilang Jawane

Wong Cino ilang Cinane

Wong Landa ilang Landane

Wong Ayu ilang Ayune

Wong Gendheng ilang Gendhenge

Wong Mlarat ilang Mlarate

Kari Sugihe

Amin

 

 

Adegan Mas Kabul ngebethot Kabel Tilpun




BLITAR, INDONESIA

Powered by web analytics software.

Panjenengan Tamu Kaping:

  • 45,207 hits

Kabul 8 7

Calon Wakil Presiden Uganda
free counters
Kabul Tembel bin PM (Parto Moeloed zonder huruf T) Osc: 2SK241, 2x 2N3904 Pre Driver: 2N2222A-2SC2053-2SC2166 RF PA: IRFP250N Modulator: OCL 150 Antena: Kabel Telpon 2x17m
Click for Jakarta Soekarno-Hatta, Indonesia Forecast

 

Maret 2012
S S R K J S M
« Des    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.